Showing posts with label Isu Semasa. Show all posts
Showing posts with label Isu Semasa. Show all posts

Monday, 12 December 2011

✿ Rejim Yang Zalim Mesti Ditukar!

Malang sekali, ulama-ulama ‘pro rejim’ seperti Mufti Mesir yang hari ini sibuk menasihati rakyat agar jangan berdemonstrasi dan mengalu-alukan langkah Hosni Mubarak untuk proses pembaharuan, tidak pula selama ini membantah kerakusan kuasa yang berlaku. Pada hari pemerintah mengaut dan menghisap darah rakyat, mereka sibuk membahaskan isu-isu ketaatan rakyat kepada pemimpin dan tidak pula bertegas tentang kewajipan pemimpin menunaikan hak rakyat. Jika Hosni gagal membuat perubahan dalam masa 30 tahun memerintah, apakah mungkin dia boleh melakukannya dalam masa 7 bulan yang dijanjikan?! Jika mampu pun, bererti dia selama ini khianat kerana tidak melakukan pembaharuan itu dalam masa 30 tahun tiba-tiba hari ini dia menyatakan ia boleh dilakukan dalam masa 7 bulan!.

Hari ini golongan agamawan khususnya dari aliran ‘salafi’ sibuk membahaskan tentang demokrasi dan demonstrasi bukan dari ajaran Islam. Bagi saya itu adalah persoalan persepsi bagaimana kita memahami demokrasi dan dalam konteks apa demokrasi itu dilihat. Kita patut bertanya mereka apakah pemerintahan otokrasi atau kukuh besi itu dari ajaran Islam? Apakah membiarkan pemerintah menghisap darah rakyat tanpa membantah itu dibenarkan oleh Islam?

Persoalan falsafah dan konteks demokrasi dan demonstrasi memang patut dibincang dan dihalusi di sudut fekahnya. Namun adalah tidak adil apabila rakyat bercakap soal demokrasi dan demonstrasi lalu fatwa haram atau bid’ah dikeluarkan, sedangkan ketika pemerintah mengamalkan kuku besi, kezaliman, rasuah dan merompak hasil negara, golongan agama ini muncul dalam media untuk hanya mengingatkan rakyat tentang syurga dan neraka, tetapi tidak pula membaca nas-nas agama yang mengingati pemerintah bahawa kezaliman mereka adalah dosa yang amat besar dan neraka yang bakal menanti. Apakah agama hanya candu untuk rakyat bawahan supaya dapat melupakan kerakusan orang atasan?! Nabi s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya selepasku ini akan adanya para pemimpin yang melakukan kezaliman dan pembohongan. Sesiapa masuk kepada mereka lalu membenarkan pembohongan mereka dan menolong kezaliman mereka maka dia bukan dariku dan aku bukan darinya dan dia tidak akan mendatangi telaga (di syurga). Sesiapa yang tidak membenar pembohongan mereka dan tidak menolongan kezaliman mereka, maka dia dari kalanganku dan aku dari kalangannya dan dia akan mendatangi telaga (di syurga)” (Riwayat Ahmad, al-Nasai dan Ibn Abi ‘Asim. Dinilai oleh al-Albani. (lihat: Ibn Abi ‘Asim, al-Sunnah, tahqiq: Al-Albani, hlm 337-339).

Sumber: http://drmaza.com/home/?p=1356

Friday, 25 November 2011

✿ Harimau Malaya v/s Garuda


Pada yang membawa pulang pingat di sukan SEA, tahniah, moga semakin menunduk persis padi dan kekalkan kemantapan. Pada yang tewas, perlu ditilik kembali mana yang berlubang agar dapat meneruskan kemantapan di lain hari.

KENAPA INDONESIA TEWAS KEPADA MALAYSIA? INILAH ANTARA FAKTOR UTAMA KEKALAHAN INDONESIA KEPADA MALAYSIA!!!

Apakah sebabnya kekalahan pasukan Indonesia ditangan Malaysia walaupun mereka bermain di gelanggang keramat Istora Senayan Gelora Bung Karno? Kita melihat kehebatan Indonesia dalam perlawanan SEMI FINAL menentang Vietnam, ketangkasan mereka langsung tidak dapat disaingi pemain Vietnam. Terbit kegusaran di hati betapa Malaysia kelak bakal dikalahkan Indonesia melihatkan prestasi hebat mereka membenam Vietnam!!!

Namun situasi sebaliknya terjadi dalam pentas FINAL. Malaysia yang kehilangan tonggak utama dan hanya diperkuatkan dengan pemain simpanan mampu mengalahkan sang GARUDA...!!! Di mana silapnya? Bersama kita renungkan artikel di sebuah blog milik rakyat Indonesia. Apa yang dikatakan di dalam artikel ini amatlah benar dan langsung tak mampu dinafikan oleh sesiapa sahaja. Apakah yang menjadi penyebab kepada kekalahan Indonesia di negara tanah tumpah mereka sendiri? Ayuh sama-sama kita renungkan.....


Timnas Tolong Hilangkan Kebencian dan Dendam

Sepulang dari kantor kemarin, saya menyaksikan suatu fenomena yang luar biasa, trotoar-trotoar jalan penuh oleh kendaraan bermotor yang diparkir. Si empunya motor asyik nglesot di lesehan pinggir jalan yang dipasang layar tancap. Cafe-cafe penuh dan jalanan lenggang, Garuda muda akan melawan Harimau Malaya.

Pertandingan sarat emosi, dendam kesumat dan kebencian. Teriakan-teriakan Malingsia dan Ganyang Malaysia bergema. Warna merah mendominasi pandangan mata, di udara sangat terasa hawa keoptimisan bercampur kebencian pada negeri Jiran. Inilah final impian dimana mayoritas masyarakat Indonesia sangat ingin melihat pasukan Garuda Muda menjungkalkan Harimau Malaya.

Pertandingan pun berlangsung, decak kagum bergumam melihat kecepatan para pemain garuda muda khususnya para pemain-pemain dari pulau Papua. Dan gol cepat pun terjadi, suasana menjadi riuh rendah, teriakan gol bergaung, rasa puas merasuk ke jiwa penonton.

Lalu penantian gol kedua pun bergelora, detik demi detik, menit demi menit tapi gol kedua yang ditunggu tak kunjung datang, malah pasukan Harimau Malaysia mampu menyamakan kedudukan. Serangan dari tuan rumah tak berhenti, umpatan dan cacian silih berganti menemani pertandingan. Wasit, hakim garis, pemain, pelatih lawan tak lepas dari hinaan dan umpatan. Hingga beberapa gol yang diciptakan tak mendapat pengesahan makin tinggi tensi permainan makin gemes penonton.

Pertandingan normal berakhir, perpanjangan waktu, dan akhirnya adu Tos-tos an dilakukan. Disinilah mental diuji dan Garuda Muda terbukti belum mampu menunjukkan mental juara. Malaysia pulang ke kandang mereka dengan kepala tegak, kalungan medali Sea Games yang dirindukan oleh warga Indonesia selama 20 tahun dibawa ke Kuala Lumpur.

Ada apa sebenarnya? Kenapa Indonesia selalu kalah dengan Malaysia di partai puncak? Banyak yang beranalisis tentang masalah teknis seperti teknik, team work, mental dan lain-lain. Tapi saya mencoba menganalisis dengan cara lain. Kenapa Indonesia tidak bisa mengalahkan Malaysia di GBK?

Jawabannya adalah karena motivasi Indonesia untuk menang adalah motivasi kebencian dan dendam. Seperti diketahui benci dan dendam adalah dua energi yang sangat NEGATIF. Maka begitu berkumpul di stadion yang penuh dengan aura kebencian dan dendam energi negatif itu terakumulasi besar sekali.

Dan percaya atau tidak energi negatif itu akan menular ke dalam lapangan. Dan permainan pun kacau sekali, ditambah seluruh stadion yang menyumpah serapahi negara lawan. Maka doa yang didasari oleh energi negatif tidak akan sampai dan diterima oleh Tuhan.

Justru doa penonton Malaysia yang datang ke GBK dikabulkan. Kenapa? Karena mereka termasuk orang-orang yang teraniaya,sebagai tamu mereka bukannya dihormati tetapi malah disumpah-serapah. Padahal mereka belum tentu salah, maka saat mereka berdoa meminta kemenangan, dengan cepat Tuhan mengabulkan. Doa orang-orang teraniaya lebih makbul.

Oleh karena itu marilah kita luruskan niat, saat pertandingan olahraga tidak perlu membawa kepentingan politik dan membawa kebencian di lapangan. Bertandinglah untuk menghibur, untuk mencapai prestasi karena ingin mengharumkan nama bangsa tanpa menginjak martabat bangsa lain. Bukankah seorang pemenang sejati itu adalah mereka yang “Menang tanpa kesombongan dan kalah tanpa banyak alasan”. (22/11/11)